Cari Blog Ini

Selasa, 16 Mei 2017

Pemakaian kata "pun"

Assalamualaikum, saya Leni dari Indramayu.
Pak Isa, untuk penulisan kata "pun" itu sebaiknya di pisah atau disambung dengan kalimat seblumnya ya?
contoh:
 "Aku pun bisa melakukannya" atau
"Akupun bisa melakukannya"
Terima kasih
JAWAB
Pun memiliki arti:
1. juga atau demikian juga: Jika Anda Pergi, saya pun hendak pergi
2. meski, biar, kendati: mahal pun dibelinya juga
3. saja: berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan

Cara penulisan pun ada dua: disatukan/dirangkai dan dipisah dengan kata yang
mendahuluinya.

Pun yang harus disatukan/dirangkai penulisannya (dihapal saja):
adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun
biarpun
kalaupun
kendatipun
maupun
meskipun
sekalipun (tapi ada yang dipisah misal Sekalipun jarang belajar dia lolos (nempel), Dia tidak sekali pun hadir (pisah)
sungguhpun
walaupun.

Partikel pun ditulis terpisah, jika :

a. Mempunyai arti juga (nomor 1):
Jadi kalo ada pun bisa diganti juga maka pisah
Jika Anda tidak hadir, saya pun (juga) tidak hadir.
Jika kita rajin bekerja, penghasilan pun (juga) bertambah.

b. Berfungsi sebagai partikel untuk menyangatkan atau mengeraskan arti (nomor 5):
Sedikit pun saya tidak menyangka Anda menolak tawarannya.
Sepeser pun saya tidak pernah menerima uang dari dia.

c. Dipisahkan dari kata yang mendahuluinya apabila maknanya sama dengan walaupun sekali, meskipun sekali (nomor 3).
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) saya belum pernah ke Jakarta.
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) ia tidak pernah datang ke sini.

Contoh pada kalimat:
Tidak sekali pun dia melakukan kesalahan.
Sekalipun melakukan kesalahan, dia tak pernah mendapat hukuman.
Semua pun yang berarti juga dipisah
Saya juga setuju
saya pun setuju.

Isa Alamsyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar