Assalamualaikum wr wb
Saya ita dari solo, ijin bertanya.
Saya mudah menemukan tema untuk suatu cerita dan seringkali sudah satu paket sama keunikan masing2 tokoh yang akan terlibat. Hanya saja saya selalu kesulitan dalam menyusun konflik utama dalam cerita tersebut. Konflik yang saya angkat seringkali terasa datar dan biasa saja sehingga tema dan keunikan tokoh yang sudah saya susun, terkesan percuma. Mohon tips dari pak isa tentang bagaimana menyusun konflik yang menarik.
Terima kasih
JAWAB
Konflik itu menjadi dramatis atau biasa bukan tergantung pada mana yang lebih parah tapi bagaimana kita penulis mengelola konflik menjadi lebih pedih.
Saya ingat waktu Cinta Laki Laki Biasa tayang di bioskop, nyaris tidak ada satupun penontin yang tidak meneteskan air mata, deras airmata mengalir. Padahal di film tersebut tidak ada yang mati, hanya tentang suami yang berjuang mendukung istrinya setelah mengalami kecelakaan fatal.
Lalu di minggu yang sama saya nonton tentang agen rahasia lelaki dan perempuan yang kemudian jadi suami istri (saya gak kasih judulnya supaya gak spoiler). Di akhir kisah istrinya tewas, dan nyaris tidak satupun penonton yang nangis. Padahal kisahnya lebih tragis.
Ada dua hal, pertama memang yang agen lebih mengutamakan actionnya, atau memang gagal mengekplorasi konflik.
Untuk membuat pembaca sedih ketika seorang kakak meninggal, misalnya. Maka harus digambarkan betapa sang kakak sangat baik dan dicintai adik-adiknya.
Untuk membuat seorang kekasih patah hati ketika diselingkuhi, harus dibangun detail betapa kekasih tersebut memperjuangkan sang pacar eh malah diselingkuhi.
Konflik berhasil bila
membuat pembaca sedih
membuat pembaca tegang
membuat pembaca marah
membuat pembaca kesal
dll
Isa Alamsyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar