Emak Pintar Scholarship:
6 TIPS MENGELOLA MOOD
"Lagi nggak mood, nih”
“Malas mau ngapa-ngapain”
Sering dengar keluhan ini ya, Mak, atau mungkin Emak sendiri pernah mengatakannya. Bicara soal mood, berarti bicara tentang khasnya perempuan. Sebenarnya setiap orang pasti pernah mengalami perasaan moody. Bahkan, hanya karena moody semua urusan bisa berantakan, termasuk urusan bisnis.
Perasaan moody memang tidak bisa dihindari. Tetapi mood itu bisa dikelola dan harus dikelola. Kalau Emak tidak mengelola perasaan moody, nanti justru Emak yang dikendalikan oleh mood itu sendiri. Padahal, Emaklah yang seharusnya memegang kendali atas keinginan dan tindakan Emak. Kalau Emak terus mengikuti mood, bisa dipastikan semua goal yang ingin Emak capai atau inginkan akan susah sekali untuk meraihnya. Semakin dibiarkan, semakin malas jadinya, dan semakin banyak alasan yang Emak keluarkan agar tidak mencapai target yang dikehendaki.
Berikut ini enam tips mengelola mood untuk Emak.
1. Cari Tahu Penyebabnya
Kalau Emak moody pasti ada penyebabnya. Nah, makanya mesti Emak cari dulu penyebabnya. Apakah yang Emak lakukan itu benar-benar yang Emak inginkan atau tidak? Apakah Emak hanya ikut-ikutan saja? Apakah Emak hanya tertarik karena melihat hasilnya saja, dan bukan prosesnya?
2. Kenali Motivasi diri yang sesungguhnya
Tips kedua masih berhubungan dengan yang pertama. Setelah Emak mengetahui penyebabnya, telusuri kembali motivasi Emak yang sesungguhnya. Mesti jujur menjawabnya ya. Kalau hal itu bukan beneran berasal dari keinginan Emak yang paling kuat, maka hasilnya akan setengah-setengah. Emak pasti akan selalu mendapatkan alasan untuk tidak melakukannya dan tidak fokus.
3. Mantapkan Goal dan Tetapkan secara Realistis
Beberapa kasus menunjukkan, orang-orang yang moody itu karena mereka menetapkan goal yang di luar batas kemampuan mereka. Misalnya dalam waktu sebulan saya harus mendapatkan 1 milyar. Padahal kemampuannya baru sebatas 30 juta. Contoh yang lain, kalau Emak baru mampu mengerjakan satu bisnis, ya fokus dulu aja di bisnis itu sampai benar-benar berhasil baru melangkah ke bisnis berikutnya. Godaan yang menggiurkan memang kalau kita bisa memiliki banyak usaha. Tapi ingat, Emak perlu mengukur kemampuan sendiri. Tetapkan yang realistis. Jangan sampai Emak capek hanya karena ingin mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Kalau sudah capek, biasanya mood akan terpengaruh dan membuat pikiran jadi negatif. Semakin banyak kegagalan yang dirasakan, maka perasaan itu akan menumpuk hal-hal yang negatif dalam pikiran Emak.
4. Mengurangi kata negatif seperti “tidak mungkin”, “tidak bisa”, “mustahil”, “tidak mampu”
Selanjutnya, untuk mengatasi moody adalah dengan mengurangi kata-kata yang berkonotasi negatif. Disini berlaku Hukum Low Atraction, dimana kalau Emak terlalu sering mengucapkan kata-kata negatif justru akan menarik hal-hal itu. Salah satu bentuknya akan muncul dalam mood yang tidak mendukung kita dalam hal yang kita lakukan.
5. Perhatikan asupan makanan dan jam istirahat
Ada kalanya, mood swing (mood yang naik turun) dipengaruhi oleh fungsi hormonal atau kesehatan. Pastikan bahwa Emak cukup asupan makanan yang bergizi dan juga cukup istirahat. Kurang istirahat menyebabkan hormon-hormon bekerja di luar program yang seharusnya, dan itu akan menambah tingkat depresi Emak. Otomatis mood Emak juga akan terpengaruh.
6. Memberi waktu pada diri sendiri untuk berubah atau menjalani kebiasaan baru
Last but not least, beri waktu pada diri Emak sendiri untuk berubah. Mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru membutuhkan waktu yang lama. Berilah waktu setidaknya 90 hari untuk masa transisi ini. Dilakukan terus menerus, dan sebaiknya tidak memaksa diri untuk berbuat sesuatu di luar kapasitas Emak saat ini. Mengharapkan hasil yang cepat dengan melakukan banyak hal biasanya justru membuat Emak tidak fokus dan banyak menemui kegagalan. Perasaan gagal bertumpuk akan memicu depresi dan mood swing pada Emak.
Jadi, penting ya untuk mengelola mood dengan baik. Semoga bermanfaat!
http://emakpintar.org/content/6200/tips-mengelola-mood
Tidak ada komentar:
Posting Komentar