Dapat kiriman bagus nih dari sala satu grup WA, semoga bermanfaat ya kawan, semangat 😊
*Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul*
*"THE LAST LECTURE"*
*(Pengajaran Terakhir)* yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.""
*KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,*
terdiri atas
*--Personality,*
*--Community* and
*--Life.*
Berikut penjelasannya:
*A. PERSONALITY:*
*1*. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
*2.* Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
*3.* Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
*4*. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
*5.* Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
*6*. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
*7*. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
*8*. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan saudara , pasangan , teman atau Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
*9.* Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
*10*. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.
*11*. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
*12*. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
*13*. Senyumlah dan tertawalah.
*14*. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.
*B. COMMUNITY:*
*15.* Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
*16*. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
*17*. Ampuni setiap orang untuk segala hal
*18.* Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
*19*. Coba untuk membuat............. paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
*20.* Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
*21*. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
*C. LIFE:*
*22*. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
*23.* Allah menyembuhkan segala sesuatu.
*24.* Lakukan hal yang benar.
*25.* Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
*26*. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
*27.* Yang terbaik belumlah tiba.
*28*. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
*29.* Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah untuk itu.
*30.* Jika Anda mengenal Allah, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.
*Sahabatku !,*
*Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku untuk membagikan tulisan ini kepada "orang" yang kita cintai, "teman" sepermainan kita, "teman" kantor, teman dimasa kecil/remaja maupun "orang" yang tinggal dengan kita. ❤
sumber : Grup WA
Cari Blog Ini
Senin, 28 Agustus 2017
Rabu, 31 Mei 2017
6Tips Mengelolah Mood
Emak Pintar Scholarship:
6 TIPS MENGELOLA MOOD
"Lagi nggak mood, nih”
“Malas mau ngapa-ngapain”
Sering dengar keluhan ini ya, Mak, atau mungkin Emak sendiri pernah mengatakannya. Bicara soal mood, berarti bicara tentang khasnya perempuan. Sebenarnya setiap orang pasti pernah mengalami perasaan moody. Bahkan, hanya karena moody semua urusan bisa berantakan, termasuk urusan bisnis.
Perasaan moody memang tidak bisa dihindari. Tetapi mood itu bisa dikelola dan harus dikelola. Kalau Emak tidak mengelola perasaan moody, nanti justru Emak yang dikendalikan oleh mood itu sendiri. Padahal, Emaklah yang seharusnya memegang kendali atas keinginan dan tindakan Emak. Kalau Emak terus mengikuti mood, bisa dipastikan semua goal yang ingin Emak capai atau inginkan akan susah sekali untuk meraihnya. Semakin dibiarkan, semakin malas jadinya, dan semakin banyak alasan yang Emak keluarkan agar tidak mencapai target yang dikehendaki.
Berikut ini enam tips mengelola mood untuk Emak.
1. Cari Tahu Penyebabnya
Kalau Emak moody pasti ada penyebabnya. Nah, makanya mesti Emak cari dulu penyebabnya. Apakah yang Emak lakukan itu benar-benar yang Emak inginkan atau tidak? Apakah Emak hanya ikut-ikutan saja? Apakah Emak hanya tertarik karena melihat hasilnya saja, dan bukan prosesnya?
2. Kenali Motivasi diri yang sesungguhnya
Tips kedua masih berhubungan dengan yang pertama. Setelah Emak mengetahui penyebabnya, telusuri kembali motivasi Emak yang sesungguhnya. Mesti jujur menjawabnya ya. Kalau hal itu bukan beneran berasal dari keinginan Emak yang paling kuat, maka hasilnya akan setengah-setengah. Emak pasti akan selalu mendapatkan alasan untuk tidak melakukannya dan tidak fokus.
3. Mantapkan Goal dan Tetapkan secara Realistis
Beberapa kasus menunjukkan, orang-orang yang moody itu karena mereka menetapkan goal yang di luar batas kemampuan mereka. Misalnya dalam waktu sebulan saya harus mendapatkan 1 milyar. Padahal kemampuannya baru sebatas 30 juta. Contoh yang lain, kalau Emak baru mampu mengerjakan satu bisnis, ya fokus dulu aja di bisnis itu sampai benar-benar berhasil baru melangkah ke bisnis berikutnya. Godaan yang menggiurkan memang kalau kita bisa memiliki banyak usaha. Tapi ingat, Emak perlu mengukur kemampuan sendiri. Tetapkan yang realistis. Jangan sampai Emak capek hanya karena ingin mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Kalau sudah capek, biasanya mood akan terpengaruh dan membuat pikiran jadi negatif. Semakin banyak kegagalan yang dirasakan, maka perasaan itu akan menumpuk hal-hal yang negatif dalam pikiran Emak.
4. Mengurangi kata negatif seperti “tidak mungkin”, “tidak bisa”, “mustahil”, “tidak mampu”
Selanjutnya, untuk mengatasi moody adalah dengan mengurangi kata-kata yang berkonotasi negatif. Disini berlaku Hukum Low Atraction, dimana kalau Emak terlalu sering mengucapkan kata-kata negatif justru akan menarik hal-hal itu. Salah satu bentuknya akan muncul dalam mood yang tidak mendukung kita dalam hal yang kita lakukan.
5. Perhatikan asupan makanan dan jam istirahat
Ada kalanya, mood swing (mood yang naik turun) dipengaruhi oleh fungsi hormonal atau kesehatan. Pastikan bahwa Emak cukup asupan makanan yang bergizi dan juga cukup istirahat. Kurang istirahat menyebabkan hormon-hormon bekerja di luar program yang seharusnya, dan itu akan menambah tingkat depresi Emak. Otomatis mood Emak juga akan terpengaruh.
6. Memberi waktu pada diri sendiri untuk berubah atau menjalani kebiasaan baru
Last but not least, beri waktu pada diri Emak sendiri untuk berubah. Mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru membutuhkan waktu yang lama. Berilah waktu setidaknya 90 hari untuk masa transisi ini. Dilakukan terus menerus, dan sebaiknya tidak memaksa diri untuk berbuat sesuatu di luar kapasitas Emak saat ini. Mengharapkan hasil yang cepat dengan melakukan banyak hal biasanya justru membuat Emak tidak fokus dan banyak menemui kegagalan. Perasaan gagal bertumpuk akan memicu depresi dan mood swing pada Emak.
Jadi, penting ya untuk mengelola mood dengan baik. Semoga bermanfaat!
http://emakpintar.org/content/6200/tips-mengelola-mood
6 TIPS MENGELOLA MOOD
"Lagi nggak mood, nih”
“Malas mau ngapa-ngapain”
Sering dengar keluhan ini ya, Mak, atau mungkin Emak sendiri pernah mengatakannya. Bicara soal mood, berarti bicara tentang khasnya perempuan. Sebenarnya setiap orang pasti pernah mengalami perasaan moody. Bahkan, hanya karena moody semua urusan bisa berantakan, termasuk urusan bisnis.
Perasaan moody memang tidak bisa dihindari. Tetapi mood itu bisa dikelola dan harus dikelola. Kalau Emak tidak mengelola perasaan moody, nanti justru Emak yang dikendalikan oleh mood itu sendiri. Padahal, Emaklah yang seharusnya memegang kendali atas keinginan dan tindakan Emak. Kalau Emak terus mengikuti mood, bisa dipastikan semua goal yang ingin Emak capai atau inginkan akan susah sekali untuk meraihnya. Semakin dibiarkan, semakin malas jadinya, dan semakin banyak alasan yang Emak keluarkan agar tidak mencapai target yang dikehendaki.
Berikut ini enam tips mengelola mood untuk Emak.
1. Cari Tahu Penyebabnya
Kalau Emak moody pasti ada penyebabnya. Nah, makanya mesti Emak cari dulu penyebabnya. Apakah yang Emak lakukan itu benar-benar yang Emak inginkan atau tidak? Apakah Emak hanya ikut-ikutan saja? Apakah Emak hanya tertarik karena melihat hasilnya saja, dan bukan prosesnya?
2. Kenali Motivasi diri yang sesungguhnya
Tips kedua masih berhubungan dengan yang pertama. Setelah Emak mengetahui penyebabnya, telusuri kembali motivasi Emak yang sesungguhnya. Mesti jujur menjawabnya ya. Kalau hal itu bukan beneran berasal dari keinginan Emak yang paling kuat, maka hasilnya akan setengah-setengah. Emak pasti akan selalu mendapatkan alasan untuk tidak melakukannya dan tidak fokus.
3. Mantapkan Goal dan Tetapkan secara Realistis
Beberapa kasus menunjukkan, orang-orang yang moody itu karena mereka menetapkan goal yang di luar batas kemampuan mereka. Misalnya dalam waktu sebulan saya harus mendapatkan 1 milyar. Padahal kemampuannya baru sebatas 30 juta. Contoh yang lain, kalau Emak baru mampu mengerjakan satu bisnis, ya fokus dulu aja di bisnis itu sampai benar-benar berhasil baru melangkah ke bisnis berikutnya. Godaan yang menggiurkan memang kalau kita bisa memiliki banyak usaha. Tapi ingat, Emak perlu mengukur kemampuan sendiri. Tetapkan yang realistis. Jangan sampai Emak capek hanya karena ingin mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Kalau sudah capek, biasanya mood akan terpengaruh dan membuat pikiran jadi negatif. Semakin banyak kegagalan yang dirasakan, maka perasaan itu akan menumpuk hal-hal yang negatif dalam pikiran Emak.
4. Mengurangi kata negatif seperti “tidak mungkin”, “tidak bisa”, “mustahil”, “tidak mampu”
Selanjutnya, untuk mengatasi moody adalah dengan mengurangi kata-kata yang berkonotasi negatif. Disini berlaku Hukum Low Atraction, dimana kalau Emak terlalu sering mengucapkan kata-kata negatif justru akan menarik hal-hal itu. Salah satu bentuknya akan muncul dalam mood yang tidak mendukung kita dalam hal yang kita lakukan.
5. Perhatikan asupan makanan dan jam istirahat
Ada kalanya, mood swing (mood yang naik turun) dipengaruhi oleh fungsi hormonal atau kesehatan. Pastikan bahwa Emak cukup asupan makanan yang bergizi dan juga cukup istirahat. Kurang istirahat menyebabkan hormon-hormon bekerja di luar program yang seharusnya, dan itu akan menambah tingkat depresi Emak. Otomatis mood Emak juga akan terpengaruh.
6. Memberi waktu pada diri sendiri untuk berubah atau menjalani kebiasaan baru
Last but not least, beri waktu pada diri Emak sendiri untuk berubah. Mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru membutuhkan waktu yang lama. Berilah waktu setidaknya 90 hari untuk masa transisi ini. Dilakukan terus menerus, dan sebaiknya tidak memaksa diri untuk berbuat sesuatu di luar kapasitas Emak saat ini. Mengharapkan hasil yang cepat dengan melakukan banyak hal biasanya justru membuat Emak tidak fokus dan banyak menemui kegagalan. Perasaan gagal bertumpuk akan memicu depresi dan mood swing pada Emak.
Jadi, penting ya untuk mengelola mood dengan baik. Semoga bermanfaat!
http://emakpintar.org/content/6200/tips-mengelola-mood
Selasa, 16 Mei 2017
Adopsi Puisi ke Novel
Saya Fajar dari Jakarta,.bagaimana mengembangkan tulisan dari sebuah puisi dan bisa di jadikan sebuah novel?terimakasih
JAWAB
Puisi jika dikumpulkan jadi sebuah buku.
kumpulan puisi dari banyak penulis dikumpulkan jadi antalogi puisi.
Lalu bagaimana puisi jadi sebuah novel.
Ada beberapa alternatif
Alternatif satu puisinya menjadi pembuka di setiap novel - seperti di buku-buku asma nadia di cinta dua kodi atau jilbab traveler love spark ini Korea, ada satu dua kalimat puisi sebagai pembuka. Di buku non fiksi Catatan hati seornag pengantin juga ada puisi-puisi di setiap bab.
Alternatif dua - tokohnya penyair jadi kadang puisi dibawakan - seperti Rangga di Ada apa dengan Cinta
Alternatif ketiga - puisinya dijadikan cerita
Beberapa puisi memang berasal dari cerita atau kisah nyata jadi tinggal dikembalikan ke asal muasalnya (puisi taufik ismail banyak yang begitu).
Juga misalnya puisi antara kerawang bekasi - kita baca bayangkan visual - lalu tambah imajinasi dan riset maka bis ajadi cerita.
atau dari syair lagu misalnya Maju Terus Pantang Mundur - itu dibuat Titik Puspa ketika melihat pejuang naik kereta meninggalkan anak istri ke medan pertempuran - dari kejadian itu ia membuat syair - dari syair lagu itu bisa kita buat kembali ke cerita .
Silakan diterapkan mana pilihannya
Isa Alamsyah
JAWAB
Puisi jika dikumpulkan jadi sebuah buku.
kumpulan puisi dari banyak penulis dikumpulkan jadi antalogi puisi.
Lalu bagaimana puisi jadi sebuah novel.
Ada beberapa alternatif
Alternatif satu puisinya menjadi pembuka di setiap novel - seperti di buku-buku asma nadia di cinta dua kodi atau jilbab traveler love spark ini Korea, ada satu dua kalimat puisi sebagai pembuka. Di buku non fiksi Catatan hati seornag pengantin juga ada puisi-puisi di setiap bab.
Alternatif dua - tokohnya penyair jadi kadang puisi dibawakan - seperti Rangga di Ada apa dengan Cinta
Alternatif ketiga - puisinya dijadikan cerita
Beberapa puisi memang berasal dari cerita atau kisah nyata jadi tinggal dikembalikan ke asal muasalnya (puisi taufik ismail banyak yang begitu).
Juga misalnya puisi antara kerawang bekasi - kita baca bayangkan visual - lalu tambah imajinasi dan riset maka bis ajadi cerita.
atau dari syair lagu misalnya Maju Terus Pantang Mundur - itu dibuat Titik Puspa ketika melihat pejuang naik kereta meninggalkan anak istri ke medan pertempuran - dari kejadian itu ia membuat syair - dari syair lagu itu bisa kita buat kembali ke cerita .
Silakan diterapkan mana pilihannya
Isa Alamsyah
Menyusun Konflik pada Cerita
Assalamualaikum wr wb
Saya ita dari solo, ijin bertanya.
Saya mudah menemukan tema untuk suatu cerita dan seringkali sudah satu paket sama keunikan masing2 tokoh yang akan terlibat. Hanya saja saya selalu kesulitan dalam menyusun konflik utama dalam cerita tersebut. Konflik yang saya angkat seringkali terasa datar dan biasa saja sehingga tema dan keunikan tokoh yang sudah saya susun, terkesan percuma. Mohon tips dari pak isa tentang bagaimana menyusun konflik yang menarik.
Terima kasih
JAWAB
Konflik itu menjadi dramatis atau biasa bukan tergantung pada mana yang lebih parah tapi bagaimana kita penulis mengelola konflik menjadi lebih pedih.
Saya ingat waktu Cinta Laki Laki Biasa tayang di bioskop, nyaris tidak ada satupun penontin yang tidak meneteskan air mata, deras airmata mengalir. Padahal di film tersebut tidak ada yang mati, hanya tentang suami yang berjuang mendukung istrinya setelah mengalami kecelakaan fatal.
Lalu di minggu yang sama saya nonton tentang agen rahasia lelaki dan perempuan yang kemudian jadi suami istri (saya gak kasih judulnya supaya gak spoiler). Di akhir kisah istrinya tewas, dan nyaris tidak satupun penonton yang nangis. Padahal kisahnya lebih tragis.
Ada dua hal, pertama memang yang agen lebih mengutamakan actionnya, atau memang gagal mengekplorasi konflik.
Untuk membuat pembaca sedih ketika seorang kakak meninggal, misalnya. Maka harus digambarkan betapa sang kakak sangat baik dan dicintai adik-adiknya.
Untuk membuat seorang kekasih patah hati ketika diselingkuhi, harus dibangun detail betapa kekasih tersebut memperjuangkan sang pacar eh malah diselingkuhi.
Konflik berhasil bila
membuat pembaca sedih
membuat pembaca tegang
membuat pembaca marah
membuat pembaca kesal
dll
Isa Alamsyah
Saya ita dari solo, ijin bertanya.
Saya mudah menemukan tema untuk suatu cerita dan seringkali sudah satu paket sama keunikan masing2 tokoh yang akan terlibat. Hanya saja saya selalu kesulitan dalam menyusun konflik utama dalam cerita tersebut. Konflik yang saya angkat seringkali terasa datar dan biasa saja sehingga tema dan keunikan tokoh yang sudah saya susun, terkesan percuma. Mohon tips dari pak isa tentang bagaimana menyusun konflik yang menarik.
Terima kasih
JAWAB
Konflik itu menjadi dramatis atau biasa bukan tergantung pada mana yang lebih parah tapi bagaimana kita penulis mengelola konflik menjadi lebih pedih.
Saya ingat waktu Cinta Laki Laki Biasa tayang di bioskop, nyaris tidak ada satupun penontin yang tidak meneteskan air mata, deras airmata mengalir. Padahal di film tersebut tidak ada yang mati, hanya tentang suami yang berjuang mendukung istrinya setelah mengalami kecelakaan fatal.
Lalu di minggu yang sama saya nonton tentang agen rahasia lelaki dan perempuan yang kemudian jadi suami istri (saya gak kasih judulnya supaya gak spoiler). Di akhir kisah istrinya tewas, dan nyaris tidak satupun penonton yang nangis. Padahal kisahnya lebih tragis.
Ada dua hal, pertama memang yang agen lebih mengutamakan actionnya, atau memang gagal mengekplorasi konflik.
Untuk membuat pembaca sedih ketika seorang kakak meninggal, misalnya. Maka harus digambarkan betapa sang kakak sangat baik dan dicintai adik-adiknya.
Untuk membuat seorang kekasih patah hati ketika diselingkuhi, harus dibangun detail betapa kekasih tersebut memperjuangkan sang pacar eh malah diselingkuhi.
Konflik berhasil bila
membuat pembaca sedih
membuat pembaca tegang
membuat pembaca marah
membuat pembaca kesal
dll
Isa Alamsyah
Pemakaian kata "pun"
Assalamualaikum, saya Leni dari Indramayu.
Pak Isa, untuk penulisan kata "pun" itu sebaiknya di pisah atau disambung dengan kalimat seblumnya ya?
contoh:
"Aku pun bisa melakukannya" atau
"Akupun bisa melakukannya"
Terima kasih
JAWAB
Pun memiliki arti:
1. juga atau demikian juga: Jika Anda Pergi, saya pun hendak pergi
2. meski, biar, kendati: mahal pun dibelinya juga
3. saja: berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan
Cara penulisan pun ada dua: disatukan/dirangkai dan dipisah dengan kata yang
mendahuluinya.
Pun yang harus disatukan/dirangkai penulisannya (dihapal saja):
adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun
biarpun
kalaupun
kendatipun
maupun
meskipun
sekalipun (tapi ada yang dipisah misal Sekalipun jarang belajar dia lolos (nempel), Dia tidak sekali pun hadir (pisah)
sungguhpun
walaupun.
Partikel pun ditulis terpisah, jika :
a. Mempunyai arti juga (nomor 1):
Jadi kalo ada pun bisa diganti juga maka pisah
Jika Anda tidak hadir, saya pun (juga) tidak hadir.
Jika kita rajin bekerja, penghasilan pun (juga) bertambah.
b. Berfungsi sebagai partikel untuk menyangatkan atau mengeraskan arti (nomor 5):
Sedikit pun saya tidak menyangka Anda menolak tawarannya.
Sepeser pun saya tidak pernah menerima uang dari dia.
c. Dipisahkan dari kata yang mendahuluinya apabila maknanya sama dengan walaupun sekali, meskipun sekali (nomor 3).
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) saya belum pernah ke Jakarta.
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) ia tidak pernah datang ke sini.
Contoh pada kalimat:
Tidak sekali pun dia melakukan kesalahan.
Sekalipun melakukan kesalahan, dia tak pernah mendapat hukuman.
Semua pun yang berarti juga dipisah
Saya juga setuju
saya pun setuju.
Isa Alamsyah
Pak Isa, untuk penulisan kata "pun" itu sebaiknya di pisah atau disambung dengan kalimat seblumnya ya?
contoh:
"Aku pun bisa melakukannya" atau
"Akupun bisa melakukannya"
Terima kasih
JAWAB
Pun memiliki arti:
1. juga atau demikian juga: Jika Anda Pergi, saya pun hendak pergi
2. meski, biar, kendati: mahal pun dibelinya juga
3. saja: berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan
Cara penulisan pun ada dua: disatukan/dirangkai dan dipisah dengan kata yang
mendahuluinya.
Pun yang harus disatukan/dirangkai penulisannya (dihapal saja):
adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun
biarpun
kalaupun
kendatipun
maupun
meskipun
sekalipun (tapi ada yang dipisah misal Sekalipun jarang belajar dia lolos (nempel), Dia tidak sekali pun hadir (pisah)
sungguhpun
walaupun.
Partikel pun ditulis terpisah, jika :
a. Mempunyai arti juga (nomor 1):
Jadi kalo ada pun bisa diganti juga maka pisah
Jika Anda tidak hadir, saya pun (juga) tidak hadir.
Jika kita rajin bekerja, penghasilan pun (juga) bertambah.
b. Berfungsi sebagai partikel untuk menyangatkan atau mengeraskan arti (nomor 5):
Sedikit pun saya tidak menyangka Anda menolak tawarannya.
Sepeser pun saya tidak pernah menerima uang dari dia.
c. Dipisahkan dari kata yang mendahuluinya apabila maknanya sama dengan walaupun sekali, meskipun sekali (nomor 3).
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) saya belum pernah ke Jakarta.
Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) ia tidak pernah datang ke sini.
Contoh pada kalimat:
Tidak sekali pun dia melakukan kesalahan.
Sekalipun melakukan kesalahan, dia tak pernah mendapat hukuman.
Semua pun yang berarti juga dipisah
Saya juga setuju
saya pun setuju.
Isa Alamsyah
Langganan:
Postingan (Atom)